
kau turun berkawanan
merenyai kesemutan
guguran mu berdampingan
berkepit tanpa tangan
hadir mu melembab peri
muncul mu mendingini
terasa menusuk tulang
berdiri roma kulit meriang
kau merambai sesuku malam
walau bercanda dalam diam
karma mu kau akur
susunan Agung yang mengatur
dikala fajar menyala sinaran
kau berangkat meninggalkan titis
bermanik kilau pada dedaunan
aura pagi tersenyum manis
No comments:
Post a Comment