Thursday, 5 May 2011

PantuN

hari demi hari deras berlalu
detik berderap meninggalkan waktu
tetap lembar menunjuk bisu
rumah baru tidak di alu

mengapa maseh mengawet rasa
mengapa simpan pekong di dada
belakang lalang usah di sembunyi
telor tembelang berbau hanyi

di sini pasti ada
gundah gulana bertaut jenaka
mungkin tidak semanis korma
sikit banyak hilang gila

photo tatapan memang bisu
tatap berkali belo menjadi
klip kenangan sumbangan tuju
agar berdendang tika bersendiri

kata di sini kata pembuka
berpindah rumah langsir mewarna
elok kita duduk bersila
kita bermula dalang bercerita